Headlines News :
Home » » Hidup manusia mesti beragama untuk raih tempat di sisi Allah

Hidup manusia mesti beragama untuk raih tempat di sisi Allah

Written By zabidi morad on Wednesday, 10 January 2018 | 11:58 am

Oleh SAIFUL AZMI SHAFIE 

AGAMA dan kehidupan beragama merupakan unsur yang tak terpisah dari kehidupan dan sistem budaya umat manusia.

Sejak awal manusia berbudaya, agama dan kehidupan beragama tersebut telah menggejala dalam kehidupan, bahkan memberikan corak dan bentuk dari semua perilaku budayanya.

Agama dan perilaku keagamaan tumbuh dan berkembang dari adanya rasa kebergantungan manusia terhadap kekuatan ghaib yang mereka rasakan sebagai sumber kehidupan mereka.

Mereka harus berkomunikasi untuk memohon bantuan dan pertolongan kepada kekuatan ghaib tersebut, agar mendapatkan kehidupan yang aman, selamat dan sejahtera.

Tetapi apa dan siapa kekuatan ghaib yang mereka rasakan sebagai sumber kehidupan tersebut, dan bagaimana cara berkomunikasi dan memohon perlindungan dan bantuan tersebut, mereka tidak tahu.

Mereka merasakan adanya dan keperluan akan bantuan dan perlindungannya.

Itulah awal rasa agama, yang merupakan desakan dari dalam diri mereka, yang mendorong timbulnya perilaku keagamaan.

Dengan demikian, rasa agama dan perilaku keagamaan merupakan pembawaan dari kehidupan manusia, atau dengan istilah lain merupakan fitrah manusia.

Fitrah adalah kondisi sekali gus potensi bawaan yang berasal dari dan ditetapkan dalam proses penciptaan manusia.

Di samping fitrah beragama, manusia memiliki fitrah untuk hidup bersama dengan manusia lainnya atau bermasyarakat.

Dan fitrah pokok dari manusia adalah fitrah berakal budi, yang memungkinkan manusia berbudi daya untuk mempertahankan dan memenuhi keperluan hidup, mengatur dan mengembangkan kehidupan bersama.

Serta menyusun sistem kehidupan dan budaya serta lingkungan hidup yang aman dan sejahtera.

Dengan demikian dapat dikatakan bahawa manusia dengan akal budinya berkemampuan untuk menjawab tentangan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya baik yang bersumber dari rasa keagamaan maupun rasa kebersamaan (bermasyarakat), serta rasa untuk memenuhi keperluan dan mempertahankan hidup. Dan dengan akalnyalah manusia membentuk kehidupan budaya, termasuk di dalamnya kehidupan keagamaannya.

Selanjutnya, Agama dan kehidupan keagamaan yang terbentuk bersama dengan pertumbuhan dan perkembangan akal serta budi daya manusia disebut dengan Agama Akal atau Agama Budaya.

Sementara itu sepanjang kehidupan manusia, Allah telah memberikan petunjuk melalui para rasul tentang agama dan kehidupan keagamaan yang benar.

Para Rasul itu juga berfungsi untuk memberikan petunjuk guna meningkatkan daya akal budi manusia alam menghadapi dan menjawab tantangan serta memecahkan permasalahan kehidupan umat manusia yang terus berkembang sepanjang sejarahnya. Agama yang dibawa Rasulullah itu bukan hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan semata, tetapi juga menyangkut kehidupankehidupan sosial budaya yang lainnya.

Agama ini mendorong agar kehidupan keagamaan, kehidupan sosial dan kehidupan budaya lainnya dapat tumbuh berkembang bersama secara terpadu untuk mewujudkan suatu sistem budaya dan peradaban yang Islami yang dikenali sebagai tamadun yang pernah diraih pada era pemerintahan Islam di Sepanyol dan Khilafah Uthmaniyyah.

Fenomena agama selalu hadir dalam kehidupan manusia kerana manusia tidak boleh lepas dari Allah kerana agama sangat erat kaitannya dengan Allah. Adapun ia merupakan fungsi agama bagi kehidupan.

Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia, antara lain adalah:
1. Kerana agama merupakan sumber moral
2. Kerana agama merupakan petunjuk kebenaran
3. Kerana agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafizika.
4. Kerana agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka, mahupun di kala duka.

Manusia sejak dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan lemah dan tidak berdaya, serta tidak mengetahui apa-apa sebagaimana firman Allah dalam Q. S. al-Nahl (16): 78 yang bermaksud: “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Dia menjadikan untukmu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit di antara mereka yang mensyukurinya.”
Share this post :

Post a Comment

 
Programmer : Creating Website
Webmaster ZABIDI MORAD
Copyright © 2014. BERANI KERANA BENAR - All Rights Reserved

PANDANGAN DALAM LAMAN INI TIDAK SEMESTINYA MENUNJUKKAN SIKAP WEBMASTER